Jakarta – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi diganti Penjabat (Pj) baru.
Pj Gubernur sebelumnya dijabat Prof Zudan Arief Fakrulloh digantikan Prof Fadjry Djufry
Pelantikan Pj Gubernur dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Gedung C Lantai 3 Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jalan Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2024).
Pergantian Pj Gubernur Sulsel itu dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 170/P Tahun 2024.
Mendagri Tito menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Prof Zudan atas pengabdiannya selama ini, menurutnya, Prof Zudan merupakan figur yang memiliki rekam jejak panjang di dunia pemerintahan.
“Saya merasa bangga atas kepercayaan dan amanah yang Bapak (Prof Zudan Arief Fakrulloh) emban, dan saya mengucapkan terima kasih banyak. Kerja sama selama ini, lima tahun saya sebagai Mendagri di periode kabinet lalu, kita bersama-sama, dan saling mengisi. Jadi saya juga melepasnya dengan jujur dengan rasa gembira,” kata Mendagri Tito.
Kepada Pj Gubernur Sulsel yang baru Prof Fadjry Djufry Tito berpesan, mampu menjalin komunikasi yang baik dengan jajarannya di Pemprov Sulsel. Selain itu, perlu juga berkoordinasi dengan pihak terkait seperti pimpinan DPRD, Forkopimda, tokoh masyarakat setempat.
“Kepada hadirin semua dan semua masyarakat Sulawesi Selatan, tolong diterima kehadiran pemimpin baru. Meskipun masa transisi singkat menuju pelantikan definitif nanti, sambil menjembatani untuk mulusnya pelantikan gubernur terpilih,” ujar Mendagri Tito
Mendagri Tito menilai Prof Fadjry merupakan sosok yang memiliki pengalaman panjang di bidang pangan sehingga diharap mampu mengimplementasikan kebijakan di Provinsi Sulsel. Apalagi, provinsi tersebut diketahui menjadi salah satu daerah lumbung pangan di Indonesia.
Lebih jauh Mendagri Tito mengatakan kebijakan itu juga perlu selaras dan ditunjang dengan implementasi program pemerintah pusat seperti penanganan stunting, pemenuhan gizi bagi anak-anak dan ibu hamil, program makanan bergizi gratis, serta program hilirisasi.
“Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi yang besar terhadap program-program tersebut,” tutur Mendagri Tito. (*)












