Warga Telkomas Desak Pemkot Makassar Sediakan Mobil Pengangkut Sampah yang Lebih Representatif

Warga Perumahan Taman Telkomas, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya gelar rapat bersama Pj Ketua RW, Pj Ketua RT, serta dihadiri oleh Ketua KKTS, Lurah Berua, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas setempat, Makassar Sabtu (26/4/2025).

MAKASSAR — Warga Perumahan Taman Telkomas, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, mendesak pemerintah kota agar segera menyediakan armada mobil pengangkut sampah yang lebih representatif.

Desakan ini mengemuka dalam pertemuan warga yang digelar bersama Penjabat (Pj) Ketua RW, Pj Ketua RT, serta dihadiri oleh Ketua KKTS, Lurah Berua, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas setempat, Sabtu (26/4/2025).

Dalam rapat tersebut, warga menyoroti keterbatasan kendaraan pengangkut sampah yang selama ini hanya menggunakan motor roda tiga (Viar) berkapasitas kecil, sehingga tidak mampu melayani seluruh kawasan yang dihuni lebih dari 2.500 rumah tersebut.

Baca Juga  Berprestasi di Ajang Olahraga Internasional, Personel Ditsamapta Polda Sulsel Tuai Apresiasi Kapolri

“Kita sepakat bahwa angkutan sampah di Telkomas harus dilayani dengan kendaraan roda empat, mengingat seluruh jalan dalam perumahan sudah sangat memadai untuk akses mobil,” tegas Muhammad Arifin, salah satu Pj Ketua ORW yang memimpin jalannya rapat.

Baca Juga  Sekda Sulsel Kukuhkan Korpri Makassar Dorong Profesionalisme ASN

Arifin juga meminta agar Lurah Berua dapat menjembatani aspirasi warga kepada Pemerintah Kota Makassar, agar penanganan sampah di kawasan Telkomas bisa lebih optimal.

“Kita berharap Pemkot segera menyiapkan armada yang layak dan sesuai kebutuhan. Sampah warga sering terlambat diangkut karena kapasitas motor sampah tidak memadai,” lanjutnya, yang disambut tepuk tangan meriah dari warga yang hadir.

Baca Juga  Manfaatkan web rri.co.id, Diskominfo Sulbar Jalin Kerjasama dengan RRI

Sejumlah warga turut menyampaikan keluhan serupa. Mereka menilai pembayaran iuran sampah yang selama ini rutin dilakukan seharusnya diimbangi dengan pelayanan yang maksimal.

“Pak Lurah, kami di sini rutin bayar iuran. Tapi kenyataannya, sampah sering menumpuk karena motor sampah kecil itu tidak mampu mengangkut semua. Kami butuh mobil sampah yang bisa menjangkau seluruh kompleks,” kata salah seorang warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *