Lanjut Vina, di awal sesi ini dirinya menjelaskan pentingnya media sosial sebagai alat pemasaran. Dalam sesi ini, peserta diajarkan cara membuat konten menarik yang dapat menarik perhatian pelanggan.
“Media sosial adalah platform yang sangat efektif untuk memperkenalkan produk dan jasa. Dengan menggunakan Facebook, penjahit dapat memamerkan hasil karya mereka dan menjangkau audiens yang lebih luas,” jelasnya.
Berikutnya dijelaskan pemahaman mengenai literasi keuangan. Warga usaha penjahit diajarkan pentingnya pencatatan keuangan.
“Dengan memahami literasi keuangan, para penjahit dapat lebih bijak dalam mengelola usaha mereka. Ini akan membantu mereka dalam pengembangan usaha jangka panjang,” katanya.
Kemudian sesi lainnya yang merupakan fokus utama kegiatan adalah branding usaha penjahit. Pelaku usaha penjahit dibantu dalam pembuatan logo, spanduk, dan penentuan nama usaha yang menarik.
“Branding yang baik sangat penting untuk menarik perhatian konsumen. Kami membantu mereka menciptakan identitas merek yang kuat agar usaha mereka lebih dikenal,” tambahnya.
Diakhir kegiatan sosialisasi ini, Vina dan teman seposkonya, mengharapkan dapat memberikan dampak positif bagi usaha penjahit di Kelurahan Tellumpanua.
”Dengan pemanfaatan media sosial, pemahaman literasi keuangan, dan strategi branding yang baik, diharapkan usaha mereka dapat berkembang dan lebih dikenal oleh masyarakat,” pungkas Vina. (*)











