sulsel99news.id, MAKASSAR — Seorang siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Makassar menjadi korban perudungan. Kini malas sekolah karena tekanan psikis.
Hal ini disampaikan langsung oleh orang tua korban, Sri Wahyuni. Ia menuntut keadilan dari pihak sekolah dan para pelaku yang tega membuat anaknya menjadi korban perundungan.
“Masalah ini sudah sejak lama terjadi, cuman baru terungkap akhir-akhir ini. Karena anak saya memperlihatkan sikap malas sekolah hampir setiap hari. Dan ternyata ada masalah, dia selalu jadi korban bullying,” ujarnya kepada wartawan, Selasa, 9 Mei 2023.
Ia baru mengetahui hal itu setelah beberapa kali wali kelas anaknya di kelas XI IPA sering menelepon menanyakan sang anak yang jarang masuk. Padahal sepengetahuannya anaknya pergi hampir tiap hari.
Sri pun menanyakan langsung kepada sang anak. Jawabnya, ternyata bangkunya tidak ada sehingga selama ini menumpang di bangku lainnya. “Kemarin, bapaknya ke sekolah. (Jelaskan) bangku anaknya tidak ada,” ucapnya.
Meski begitu, bukan itu yang menjadi penyebab utamanya. Anaknya mengatakan sering ditekan oleh wali kelasnya, sehingga merasa sangat tidak nyaman bersekolah.
“Saya lihat kondisi anak saya tertekan, saya bawalah ke psikiater, di situlah terungkap. Karena sepertinya ini wali kelasnya seakan mengintimidasi anak saya, ditekan, dan saya juga sering kemakan omongannya itu wali kelas,” bebernya.
Di psikiater pula, terungkap permasalahan perundungan yang ia harus hadapi dari teman-teman sekolahnya selama ini. Kejadian itu sudah berlangsung lama.
Sang anak selalu dibilang jelak, miskin, dan kata-kata menyakitkan lainnya dari teman-teman sekolahnya. Usut punya usut perundungan ini ternyata punya kronologi tersendiri.
Sri mengungkapkan, perundungan yang ia dapatkan berawal dari adanya gosip yang beredar di sekolah, bahwa salah satu siswi yang sering melakukan perundungan terhadap dirinya terlibat skandal. Hanya saja, korban sendiri tidak begitu jelas mengetahuinya.
Sialnya, karena korban sempat penasaran lalu akhirnya ikut terlibat perbincangan mengenai skandal tersebut hingga sempat didengar oleh salah satu teman siswi yang dimaksud.
“Kebetulan anak saya cerita dengan teman bangkunya (soal skandal), ada temannya siswi yang dimaksud lewat. Dituduhlah anak saya menyebarkan gosip. Padahal anak saya sendiri tidak tahu apa-apa, cuman skandalnya memang sudah viral,” bebernya.
Dari tuduhan itu, permasalahan yang terjadi kemudian makin membesar, anaknya harus menjadi korban penganiayaan oleh sekitar sembilan orang siswi dari kelas IPS yang diduga adalah teman-teman dari siswi yang diceritakan terlibat skandal.
Penganiayaan yang dialami anaknya itu sempat terekam dalam sebuah video yang sempat viral Desember lalu. Video memperlihatkan seorang siswi, yaitu N dipukul oleh sejumlah siswi lainnya dengan menggunakan masker.
Menurut Sri, potongan video itu seakan memperjelas kalau anaknya sebenarnya telah menjadi target. Bahkan para pelaku yang menggunakan masker terlihat sudah merencanakan penganiayaan terhadap anaknya.
“Saya tidak tahu itu pelakunya siapa, anak saya juga tidak tahu pasti, tapi videonya ada, walaupun cuman potongan. Anak saya ditempeleng sampai terlempar di papan tulis,” akunya.











