Parepare, — Kondisi dinding luar Gedung Rumah Sakit Regional Hasri Ainun Habibie di Kota Parepare semakin memprihatinkan dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Bagian atas dinding bangunan dilaporkan mulai rusak dan runtuh satu per satu, menimbulkan risiko serius terhadap keselamatan para pengunjung dan petugas yang melintas di area tersebut.

Kerusakan ini tidak hanya mengganggu estetika bangunan, tetapi juga mengarah pada potensi bahaya yang lebih besar. Jika terus dibiarkan, bagian dinding yang runtuh bisa mengakibatkan kecelakaan fatal, bahkan korban jiwa, serta kerugian material yang besar.
Menurut laporan, bukan hanya dinding luar yang bermasalah. Struktur di dalam dinding pun patut diwaspadai. Ini menandakan adanya kekurangan perawatan dan pemeliharaan pada infrastruktur rumah sakit yang seharusnya menjadi prioritas, mengingat fungsinya yang vital dalam pelayanan kesehatan.
“Kami khawatir, suatu saat nanti ketika hujan lebat atau angin kencang datang, akan terjadi kecelakaan jika dinding itu terus dibiarkan rusak,” ujar Juminten, Ketua Barisan Rakyat Nusantara Republik Indonesia, yang juga dikenal sebagai aktivis perempuan di Kota Parepare.
Ia menambahkan, “Pihak rumah sakit dan pemerintah daerah harus segera mengambil tindakan. Penanganan yang terlambat bisa berakibat fatal. Investigasi menyeluruh terhadap penyebab kerusakan serta rencana perbaikan yang komprehensif harus segera dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.”
Sementara itu, Direktur RS Regional Hasri Ainun Habibie, dr. Mahyuddin Rasyid, Sp.B, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyatakan bahwa pihak rumah sakit sudah pernah melakukan perbaikan sebelumnya. Namun karena keterbatasan anggaran, masih ada beberapa bagian yang belum tertangani.
“Sudah pernah dilakukan perbaikan sebelumnya, tapi karena anggaran tidak mencukupi, masih tersisa beberapa bagian yang belum diperbaiki. Kami sudah merencanakan kelanjutan perbaikannya, hanya tinggal menunggu proses lelang tender. Apalagi saat ini kami harus menyesuaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran,” jelas dr. Mahyuddin.
Kejadian ini menjadi pengingat penting akan perlunya perawatan dan pemeliharaan bangunan publik secara berkala. Pemeriksaan rutin serta tindakan preventif sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan menghindari musibah yang tidak diinginkan.











