Jakarta – Mobil orang kaya dilarang menggunakan BBM subsidi Pertalite dan sejenisnya. Pembatasan pembelian BBM subsidi ini rencananya akan diberlakukan pada tanggal 1 Oktober 2024.
Untuk melancarkan rencana ini, salah satu kebijakan yang akan dilakukan yaitu memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) pada SPBU Pertamina.
Teknologi AI untuk SPBU Pertamina Ini dilakukan untuk menyortir jenis kendaraan mana saja yang boleh menerima BBM yang ber subsidi.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan di JCC. Dirinya mengatakan bahwa BBM subsidi hanya diberikan untuk kendaraan yang berhak mendapatkan.
“Jadi orang yang tidak berhak, dengan big data yang kita punya, nozzle bensin otomatis akan mati sendiri karena melihat nomor plat dari mobil (yang tidak berhak) itu. Jadi yang kita subsidi itu hanya untuk orang-orang berhak, tertarget,” kata Luhut, Kamis (5/9/2024).
Luhut juga menyampaikan bahwa hingga saat ini penyaluran BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar subsidi belum tepat sasaran.
“Kami memproyeksikan hanya 6% penerima subsidi BBM yang tepat sasaran, sementara itu sisanya 94% merupakan golongan orang mampu,” ungkap Luhut.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga telah melarang masyarakat kelas atas atau orang kaya menggunakan BBM subsidi, karena hal itu sejalan dengan rencana pemerintah agar BBM subsidi bisa lebih tepat sasaran lagi kedepannya.











