Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 115 di Kelurahan Pajalele Sidrap Edukasi Dan Implementasi Lubang Resapan Biopori

Mahasiswa KKN memasukkan sampah organik ke lubang biopori dalam kegiatan Edukasi dan Implementasi Lubang Resapan Biopori sebagai Solusi Sampah Organik dan Genangan Air di Kelurahan Pajalele, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, pada Rabu (7/1/2026). (Foto: Fitria/ Ist.)

Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) Tematik Inovatif Daerah melaksanakan kegiatan Edukasi dan Implementasi Lubang Resapan Biopori sebagai Solusi Sampah Organik dan Genangan Air di Kelurahan Pajalele, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Kegiatan berlangsung di Lingkungan 2 Kelurahan Pajalele, tepatnya di rumah Hamzah, salah satu anggota kelompok tani, pada Rabu (7/1/2026).

Inisiator kegiatan, Fitria Ramadani Fatwan mahasiswa Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan mengatakan, kegiatan ini dihadiri pemerintah setempat dan masyarakat Lingkungan 2 Kelurahan Pajalele, serta santri Yayasan Pendidikan Al-Qur’an Al-Hasyimiyah.

Fitria mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai respon terhadap permasalahan lingkungan yang masih dihadapi masyarakat, khususnya terkait pengelolaan sampah organik rumah tangga yang belum optimal serta munculnya genangan air saat musim hujan.

Baca Juga  BEM SI Sebut Aksinya Damai dan Aspirasi Tersampaikan Dengan Baik

“Lubang resapan biopori berfungsi meningkatkan daya resap air hujan ke tanah, mencegah banjir dan genangan, menambah cadangan air tanah, serta mengelola sampah organik menjadi kompos yang menyuburkan tanah dan mengurangi emisi gas rumah kaca,” ujar Fitria.

“Teknologi sederhana ini menciptakan pori-pori alami di tanah berkat aktivitas cacing dan mikroorganisme, yang secara efektif mengalirkan air hujan lebih dalam ke tanah dan memperkaya nutrisi tanah,” tambahnya.

Baca Juga  Fasilitasi Media di PON XXI Aceh-Sumut 2024, Diskominfo Sumut Sediakan 12 Bus

Ia berharap, melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN dapat memberikan edukasi mengenai pemanfaatan lubang resapan biopori sebagai solusi sederhana, murah, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini menurut Fitria, diawali dengan penyampaian materi edukasi mengenai pengertian biopori, manfaatnya dalam menguraikan sampah organik, serta perannya dalam meningkatkan daya resap tanah.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan lubang resapan biopori bersama menggunakan alat dan bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar seperti galon air bekas.

“Melalui edukasi dan praktik langsung biopori, diharapkan masyarakat dapat mengelola sampah organik secara mandiri sekaligus meningkatkan resapan air di lingkungan rumah,” ungkap Fitria

Baca Juga  Serba-serbi KKN-T 113 Unhas Posko Karelayu: Kembangkan Tempat Sampah Otomatis untuk Meningkatkan Kebersihan Lingkungan

Terkait kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Unhas Gelombang 115 di daerahnya, Kepala Kelurahan Pajalele, Hj. St. Faridah, SE., menyampaikan dukungan dan apresiasinya.

Lurah Pajalele berharap, kegiatan ini diterpakan dan dikembangkan warga sehingga mampu mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kelurahan Pajalele.

“Program biopori ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena tidak hanya membantu mengurangi sampah organik, tetapi juga menjadi solusi untuk mengatasi genangan air. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan oleh warga,” pungkas Lurah Pajalele Faridah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *