Wabup Bulukumba Tanggapi Isu Nasi Basi: “Ini Soal Persepsi, Bukan Basi”

Bulukumba – Wakil Bupati Bulukumba, H.A. Edy Manaf, bersama Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto dan Dandim 1411/Bulukumba Letkol Inf Sarman, meninjau langsung dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Matahari, Bulukumba, Jumat, 23 Mei 2025.

Peninjauan itu dilakukan menyusul laporan dugaan makanan basi yang dibagikan kepada siswa SMP Negeri 2 Bulukumba dalam program MBG. Dugaan tersebut mencuat setelah sejumlah siswa mengeluhkan kondisi makanan yang dianggap tidak layak konsumsi.

Menurut Edy Manaf, temuan tersebut tidak serta-merta mencerminkan mutu keseluruhan program MBG. Ia menyebut kasus itu sebagai persoalan persepsi.

Baca Juga  Presiden Jokowi Resmikan Pembukaan Trade Expo Indonesia ke-39 di ICE BSD

“Ini bukan masalah makanan basi, melainkan perbedaan persepsi. Karena laporan hanya datang dari satu sekolah, SMPN 2, sedangkan di sekolah lain tidak ditemukan kasus serupa,” ujar Edy.

Ia mengindikasikan kemungkinan adanya kesalahan dalam metode distribusi oleh pihak penyedia makanan. Menurutnya, selisih waktu dalam pengantaran dapat mempengaruhi kondisi makanan.

“Pihak penyedia juga telah mengakui ada kendala persepsi. Ada yang menilai makanan tersebut basi, padahal secara mutu masih dalam batas aman. Persepsi inilah yang perlu kita luruskan bersama, apalagi yang mengonsumsi adalah anak-anak,” ujarnya.

Baca Juga  HUT Ke-66 Maros, Fatmawati Rusdi: Gau Maraja Jadi Momentum Kebangkitan Budaya

Dari total 712 porsi makanan yang dibagikan di sekolah tersebut, lanjut Edy, sebagian telah dikonsumsi habis, sebagian hanya disentuh, sementara lainnya belum dibuka.

Wahyu, perwakilan dari penyedia makanan yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) 01 Ujungbulu, mengonfirmasi bahwa kali ini mereka untuk pertama kalinya menyajikan menu nasi goreng, menggantikan nasi putih yang biasa digunakan.

“Nasi goreng ini dibuat melalui dua tahap. Pertama, nasi dimasak seperti biasa, kemudian diolah kembali keesokan harinya menjadi nasi goreng,” ujar Wahyu.

Baca Juga  Pemprov Sulsel Melalui Andi Sudirman Peduli Masyarakat, Untuk MeLanjutkan Rekonstruksi Ruas Boro – Jeneponto

Ia mengakui sempat menerima laporan bahwa nasi terasa lembek dan menggumpal. Setelah dilakukan pengecekan, ia menyebut kondisi tersebut memang terjadi, namun tidak menandakan bahwa makanan telah basi.

“Saya sendiri mencicipinya. Tidak ada rasa basi, hanya teksturnya lembek. Tapi lagi-lagi, ini soal persepsi,” kata Wahyu.

Saat ini, penyedia MBG tersebut menangani distribusi makanan untuk sembilan sekolah di Bulukumba, dengan total 2.888 porsi makanan setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *