Luwu Timur – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 114 di Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, untuk mencegah kecelakaan kerja, gelar Sosialisasi Perancangan Job Safety Analysis (JSA) pada kegiatan pengambilan dan pengolahan Hydrilla Verticillata untuk pembuatan pupuk kompos.
Kegiatan sosialisasi perancangan JAS ini di hadiri oleh Komunitas Spear Fishing Luwu Timur dan Eksternal PT. Vale Indonesia. Dilaksanakan pada Kamis 31 Juli 2025 di Kantor Sekretariat Spear Fishing Kabupaten Luwu Timur. Hal ini disampaikan mahasiswa KKN Tematik Unhas, Nurainun, sebagai inisiator kegiatan dalam keterangannya pada Kamis (7/8/2025).
Nurainun menjelaskan bahwa Hydrilla verticillata sebagai bahan yang diperlukan untuk pembuatan pupuk kompos dikenal sebagai ganggang hydrilla, dan ganggang ini merupakan tumbuhan air yang dapat ditemukan di berbagai perairan. Tumbuhan ini biasanya berakar di dasar perairan dan tumbuh merambat ke permukaan, membentuk hamparan yang bisa sangat tebal.
Oleh karena pengambilan Hydrilla verticillata yang dilakukan pada perairan penuh resiko, menurut Nurainun diperlukan pengetahuan khusus tentang perancangan JAS guna meminimalisir atau mencegah terjadinya kecelakaan kerja dalam kegiatan tersebut.
“Alasan mengurangi terjadi nya kecelakaan kerja, untuk itu kami mahasiswa KKN Tematik seposko Desa Sorowako berinisiatif melaksanakan sosialisasi perancangan Job Safety Analysis (JSA) sebagai kegiatan untuk memperkenalkan dan menjelaskan konsep serta manfaat JSA kepada pekerja dan pihak terkait,” ungkap Nurainun.
“Tujuannya adalah agar semua orang memahami pentingnya JSA dalam mengidentifikasi bahaya dan mengendalikan risiko kecelakaan kerja, sehingga tercipta lingkungan kerja yang lebih aman,” tambahnya.
Lebih jauh Nurainun mengatakan, selain meminimalisir atau mencegah terjadinya kecelakaan kerja, pengetahuan perancangan JSA juga dapat meningkatkan kesadaran Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), serta meningkatkan efesiensi dan produktivitas dengan prosedur kerja yang lebih aman dan terencana.
Terkait kegiatan ini, Ketua Spear Fishing Luwu Timur, Wahyudin, mengapresiasi kegiatan sosialisasi perancangan JAS ini atas solusi menghadapi resiko kerja. Ia mengatakan, ini akan sangat membantu timnya bekerja dengan lebih hati-hati. Pihaknya akan menjadikan ini sebagai acuan utama saat bekerja di lapangan.
” JSA ini sangat praktis dan mudah dipahami. Kami di lapangan sering menghadapi risiko seperti terpeleset saat di perairan atau cedera punggung saat mengangkat beban. JSA ini tidak hanya mencatat bahaya tersebut, tetapi juga memberikan solusi untuk kami.” tuturnya. (*)











