Provinsi Sulbar Persembahkan Tari Ma’bundu di Penutupan Festival F8 Makassar

Penampilan Tari Ma’bundu. dari Kabupaten Mamuju (Foto: Istimewa).

Sulsel.99news.id, Makassar –Di akhir festival yang penuh warna dan energi, Kabupaten Mamuju dari Provinsi Sulawesi Barat menghadirkan sebuah pertunjukan yang mencuri perhatian dan hati pengunjung Festival F8.

Pada Minggu malam, 28 Juli 2024, di Panggung Utama Tugu MNEK, Tari Ma’bundu memeriahkan acara penutupan dengan penampilan yang begitu mengesankan.

Tari Ma’bundu bukan sekadar tarian, tapi merupakan gabungan dari tarian perang yang telah terjalin dengan berbagai elemen tarian tradisional lainnya.

Tarian ini mengisahkan kembali kisah heroik dari masa lalu, di mana para pahlawan Mamuju melawan penjajah Belanda dengan semangat yang tak tergoyahkan.

Baca Juga  Cara Mengatur WhatsApp Terlihat Offline, Padahal Sedang Online

Peperangan tersebut bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga tentang adu ketangkasan dan keberanian.

Sejarah mencatat bahwa para pahlawan yang pulang dari medan perang, berhasil membawa kepala musuh, akan disambut dengan penuh sukacita oleh kaum wanita.

Tari Ma’bundu menggambarkan momen-momen ini dengan begitu indah, dengan puluhan penari, baik pria maupun wanita, yang memperagakan kegembiraan dan kemenangan setelah peperangan.

Meski musik pengiring dan tabuhan gendang menyerupai genderang perang yang menggetarkan, tidak mengurangi antusiasme penonton.

Penampilan para penari dari Sanggar Bursa Santigi ini berhasil membawa penonton larut dalam suasana, membuat mereka terhipnotis selama lebih dari 15 menit pertunjukan.

Baca Juga  Penyandang Disabilitas Asal Indonesia Putri Ariani Sukses Gemparkan Dunia di Amerika

Gerakan dan ekspresi yang ditampilkan benar-benar membawa penonton kembali ke masa lalu, menghidupkan kembali suasana perang yang heroik dengan akurasi dan semangat yang tinggi.

Tepuk tangan meriah dan sorakan dari audiens semakin menambah semangat para penari yang tampil dengan totalitas.

Di sela-sela acara, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, yang akrab disapa Danny Pomanto, turut memberikan apresiasi kepada perwakilan Mamuju.

“Kita bisa lihat penampilan mereka tidak kalah dengan seniman kelas dunia,” ungkapnya dengan kekaguman.

Baca Juga  Komunitas Motor SNC Parepare Gelar Musda II, Ini Ketua yang Terpilih

Danny Pomanto menilai pertunjukan budaya yang ditampilkan oleh anak-anak lokal, dari Makassar hingga Mamuju, telah menunjukkan kualitas dan keindahan yang patut diacungi jempol.

Dengan penutupan yang megah ini, Tari Ma’bundu tidak hanya menandai akhir dari Festival F8, tetapi juga meninggalkan jejak mendalam dalam ingatan setiap pengunjung yang menyaksikannya.

Ini adalah contoh nyata dari bagaimana budaya tradisional dapat dihidupkan kembali dengan penuh semangat dan keindahan, mempesona dan menginspirasi semua orang yang hadir. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *