Kronologi Bocah Siswa SD Tewas Akibat Terlilit Ular Piton berukuran besar di rumah pondok milik neneknya, di Desa Lapole, Kecamatan Maligano

Bocah SD tewas akibat dililit ular piton berukuran besar di rumah pondok milik neneknya, di Desa Lapole, Kecamatan Maligano, Kabupaten Muna. Foto: Ist.

Sulsel99news.id,Muna- Kronologi bocah sekolah dasar (SD) di Desa Lapole, Kecamatan Maligano, Kabupaten Muna, tewas dililit ular saat tertidur di rumah kebun (pondok) milik neneknya.

Kejadian nahas itu menimpa bocah kelas 3 SD, La Ode Ardin bin La Ode Rahman (8), saat ia tertidur di pondok berukuran 2×3 meter dan berjarak 3 kilo meter dari permukiman warga, ia dililit ular piton berukuran besar.

Kronologi itu diungkapkan oleh Kapolsek Maligano, AKP Adyo Sutanyono, korban tertidur sekitar pukul 19.30 Wita, Kamis (6/7/2023) kemarin, di pondok bersama nenek, adik, dan ibu korban. Korban tidur posisinya di tengah.

Baca Juga  Begini Kronologi Meninggalnya Andi Gau, Peserta Lari MHM di Makassar

“Kalau di sini disebut kawale-wale, itu ada kelambunya saat mereka tidur, ular itu masuk dalam kelambu dan melilit anak tersebut,” ungkap Adyo Sutanyono via seluler, Jumat (7/6/2023).

Setelah dililit oleh ular piton itu, nenek korban, Wa Farida terjaga dan spontan berteriak, olehnya itu paman korban dari pondok sebelah datang ke pondok tersebut memotong ular piton itu, serta mengubur kepala ular di kebun tersebut.

Setelah itu, korban dibawa ke rumahnya untuk disemayamkan, ia mengatakan, korban meninggal di tempat, dan di kebun itu hanya dua orang yang tempati.

Baca Juga  Sesuai Arahan Presiden, TNI-Polri Siapkan Langkah Tegas Atasi Aksi Anarkis

“Ular itu dibunuh kisaran 19.57 Wita, ini kejadian baru juga saya tahu, dan saya mau buat laporan resmi dulu ke pimpinan,” pungkasnya.

Ia mengaku, saat kejadian pihaknya tidak menerima informasi, saat sore setelah pemakaman baru dapat telepon, ia langsung menuju rumah duka.

Sementara itu, salah satu warga Desa Lapole, Rabia saat dihubungi mengatakan, awalnya korban bersama ibunya, Wa Hawa, dan adiknya pergi untuk menjaga kebun yang berada di Desa Pohorua.

Baca Juga  Klarifikasi Direktur RSUD Majene Soal Pasien Isolasi Digendong Pulang dan Meninggal

“Desa ini berbatasan dengan Desa Lapole,” ungkapnya.

Ia mengatakan, selama ini, korban tinggal bersama ibu dan adiknya, ibu korban dan ayahnya sudah lama pisah, sehingga ketiganya tidur di pondok itu untuk jaga kebun.

Selanjutnya, Sekretaris Desa Lapole, Anwar, juga membenarkan kejadian itu. Kata dia korban meninggal saat kejadian dan tubuh ular yang telah mati itu dibawa ke rumah duka.

“Tadi saya ke rumah duka, untuk selanjutnya saya kurang tau detail kejadiannya, karena hari ini saya full kegiatan,” papar Anwar. (A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *